Infomasi Penting : SITUS REKOMENDASI DARI KAMI SAAT INI ADALAH JPOKER99.COM dan JBANDAR.COM, MIN DEPO RENDAH WINRATE MANTAP, SILAKAN DI GAS BOSKU

Tuesday, 8 October 2019

Cerita Dongeng Rakyar Pecah Perang Legenda Kerjaan Jin Di Pulo Mas

14:18 0 Comments
Indonesia, Kisah - Demi tugas yang mulia ,Raden Wiralodra terpaksa harus bertarung mati-matian dengan Maharaja Budipaksa,maharaja jin hulu sungai cimanuk yang membawahi dua belas kerajaan gaib yang ada disepanjang aliran sungai terhitung dari sumedang hingga ke muara laut jawa atau pantai utara indramayu.

Cerita Dongeng Rakyar Pecah Perang Legenda Kerjaan Jin Di Pulo Mas

 Entah siapa yang memulai, namun, seiring dengan perkembangan zaman, dan ketika manusia juga mulai luntur keimanannya serta ingin hidup mewah tanpa mau bersusah payah, maka, makna persaudaran antara penghuni kerajaan gaib Pulomas dengan masyarakat Indramayu pun mulai mengalami penyimpangan.

 Kini tak ada lagi saling memberi dengan ikhlas, kecuali, jika manusia-manusia yang lemah iman dan datang dan berbegai penjuru negeri ini bersedia untuk menjadi budak di kerajaan gaib Pulomas sampai hari kiamat kelak.

Ya ... belakangan, kerajaan gaib Pulomas lebih diyakini oleh banyak orang yang lemah iman sebagai tempat yang paling tepat untuk mendapatkan kekayaan dengan jalan pintas.

Mulanya, kami  benar-benar menganggap apa yang diutarakan oleh salah seorang tua yang ditemuinya sedang memancing di tepian sungai itu hanya sekadar isapan jempol belaka. Pasalnya, sebagai orang yang lahir dan dibesarkan di alam yang serba modern ini,  tak pernah sekalipun memercayai takhayul.

Hatta, demikian menurut penuturan Wak DuIoh, 57 tahun, jika sebagian dinding kerajaan gaib Pulomas yang di alam nyata Pulomas hanya berupa rawa-rawa yang bersisian dengan muara Laut Jawa itu runtuh dan masuk ke muara Sungai Cimanuk, maka, daerah tersebut bakal ramai didatangi orang untuk mengadu nasib.

Betapa tidak, jika sebagian dinding tersebut runtuh, maka, muara Sungai Cimanuk bakal dipenuhi dengan emas, bahkan, boleh dikata, daerah itu bakal menjadi pertambangan emas terbesar di dunia.

 Bagi manusia yang memiliki indra keenam, atau mampu menembus dimensi alam gaib, sejatinya, di atas rawa-rawa yang luasnya mencapai puluhan hektar itu, berdiri sebuah kerajaan yang megah dengan semua bangunannya terbuat dan emas murni. Sampai saat ini, kerajaan gaib tersebut dipimpin oleh seorang raja yang bernama Raden Werdinata dengan dibantu oleh Mahapatih Jongkara dan panglima perang yang sakti mandraguna, Panglima Kalasrenggi.
Menurut tutur yang berkembang di tengah-tengah masyarakat lndramyu, berbeda dengan kerajaan gaib lainnya, kerajaan gaib Pulomas memiliki kelebihan yang tak mungkin bisa ditiru.

 Ya.. .sang raja, mahapatih dan panglima perang kerajaan gaib Pulomas memiliki kesaktian yang amat luar biasa.
Dengan kata lain, jika alam gaib bawah laut dikuasai Nyai Ratu Kidul untuk wilayah Pantai Selatan dan Nyai Ratu Nawangwulan untuk wilayah Pantal Utara, maka, di daratan, Raden Werdinata, Mahapatih Jongkara dan Panglima Perang Kalasrenggi, termasuk ke dalam tokoh yang disegani.

 Warta berkisah, ketika Indramayu masih berupa hutan belantara yang dihuni puluhan jenis binatang buas dan makhluk halus yang demikian bengis, singgah Raden Wiralodra, seorang ksatria dan Desa Banyu Urip, Purworejo, Jawa Tengah. Ia mendapatkan tugas mulia, yakni, membuka lahan untuk dijadikan pemukiman penduduk.

Dalam menjalankan tugasnya, ia ditemani oleh seorang pembantu setia yang juga sakti, bernama Ki Tinggi.
Selama tiga tahun lebih, keduanya berjalan menuju tempat yang tedapat di lembah Sungai Cimanuk itu. Namun, karena ketidaktahuan, keduanya pun tersesat sampai di sebuah hutan yang ada di lembah Sungai Citarum.

 Daftar Sekarang


 Di sini, keduanya bertemu dengan salah seorang yang sengaja hidup mengasingkan diri dari keramaian dunia, Ki Sidum.

“Andika telah tersesat. Beristirahatlah sejenak di sini, esok, kalian dapat meneruskan perjalanan kembali,” demikian kata Ki Sidum kepada Raden Wiralodra dan KiTinggil.

  Tak lama kemudian, ketiganya telah terlibat dalam percakapan yang hangat. Esoknya, ketika hendak mohon diri, Ki Sidum pun berkata; “Bawalah Kijang Kencana ini, ia akan menunjukkan jalan bagi Andika berdua.”

“Terima kasih, jasa Andika tak pernah saya dapat lupakan seumur hidup kata Raden Wiralodra dengan santun.

“Itu sudah merupakan kewajiban manusia untuk saling tolong menolong,” kata Ki Sidum dengan senyum ramahnya.
ads
Akhirnya, Raden Wiralodra dan Ki Tinggil kembali berjalan mengikuti Kijang Kencana pemberian Ki Sidum. Setelah melewati godaan dan perjuangan yang demikian melelahkan, akhirnya, keduanya pun tiba di Iembah Sungai Cimanuk. Setelah beristirahat beberapa waktu, keduanya pun mulai membabat hutan. Menginjak bulan yang ketiga, gangguan dan makhluk halus pun mulai dirasakan.

Cerita Dongeng Rakyar Pecah Perang Legenda Kerjaan Jin Di Pulo Mas

  Sungguh tak disangka, ternyata, di hulu Sungai Cimanuk terdapat kerajaan gaib yang membawahi dua belas kerajaan gaib kecil-kecil yang tersebar di sepanjang aliran sungai sejak Sumedang sampai ke muara Laut Jawa yang terletak di pantai utara Indramayu.

Maharaja gaib yang mukim di hulu Sungai Cimanuk tak lain adalah Budipaksa dengan mahapatihnya Bujarawis, sementara, di antara dua belas kerajaan kecil yang ada di bawah pengaruhnya adalah Kerajaan Tanjungbong dengan rajanya yang bernama Kalacungkring, dan Kerajaan Pulomas dengan rajanya Raden Werdinata..

  Pembabatan hutan yang dilakukan oleh Raden Wiralodra dan Ki Tinggil, sudah tentu membuat kehidupan bangsa gaib di tempat itu menjadi terusik. Karena teror yang ditebarkan tak juga membuahkan hasil, maka, mereka pun segera menghadap Maharaja Budipaksa. Mendengar laporan tersebut, tanpa membuang waktu, dengan didampingi mahapatihnya, Bujarawis, Maharaja Budipaksa pun mendatangi raden Wiralodra dan Ki Tinggil yang kala itu sedang benistirahat.

“Apa yang Andika lakukan di daerah kekuasaanku?” Tanya Maharaja Budipaksa.
“Siapakah Andika berdua? Aku dan Ki Tinggil diperintahkan untuk membuka tempat  ini untuk dijadikan pemukiman,” jawab Raden Wiralodra.kumpulan kisah legenda

Setelah berdebat dan tidak mendapatkan kata sepakat, akhirnya, pertarungan sengit di antara mereka pun terjadi. Menurut tutur yang berkembang di tengah-tengah masyarakat, pertarungan dua makhluk yang berbeda alam itu memakan waktu sampal dua bulan Iebih. Akibatnya, hampir seluruh penghuni gaib yang mukim di kawan tempat pertarungan menjadi amat ketakutan.


 Sebagian besar Iebih memilih untuk menyingkir.Pada akhirnya, Maharaja Budipaksa berhasil ditaklukkan dan dikurung di dasar muara Sungai Cimanuk dan beberapa saat sebelum ditaklukkan, ia sempat meminta kepada Mahapatih Bujarawis untuk segera lari meminta bantuan kepada raja-raja yang lain nya. Semua yang datang berhasil dilumpuhkan, kecuali Raden Werdinata yang masih bertahan dan gempuran yang dilakukan oleh Raden Wiralodra, sementara, Mahapatih Jongkara maupun Panglima Kalasrenggi sudah Iari lintang pukang akibat dihajar ilmu pamungkas Ki Tinggil.
Kesaktian. keduanya benar-benar seimbang. Senjata andalan Raden Wiralodra berupa Cakrabaswara, berhasil diatasi oleh Raden Werdinata dengan tameng sakti Kopyahwaring yang merupakan pusaka turun temurun Kerajaan Pulomas. Tanpa terasa, pertarungan sengit itu telah berjalan selama sebelas bulan.

Sebelum jatuh korban, mendadak muncul penguasa gaib Kerajaan Tanjungbong, Kalacungkning, untukmenghentikan pertarungan.

 “Hentikan pertarungan, akan lebih, jika Andika berdua menjalin persaudaraan.”
“Maksud Andika?” Tanya Raden Wiralodra dan Raden Werdinata hampir bersamaan.
“Renungkan baik-baik, Maharaja Budipaksa sudah ditaklukkan. Lalu, bagaimana jika para leluhur Raden Wiralodra sampai datang kesini ... seluruh rakyat kita bakal hancur karenanya,” ujar Kalacungkring membujuk Raden Werdinata.cerita legenda paling seru

  Rupanya, saran Kalacungkning bisa diterima oleh Raden Wiralodra, Raden Werdinata, begitu juga dengan Ki Tinggil.

“Baik.. aku terima saran Andika,” ujar Raden Werdinata, “sebagai tanda persaudaraan sampai ke anak cucu, maka, kuserahkan Putri Inten, untuk dijadikan sebagai istri Andika Wiralodra,” imbuhnya dengan mantap.

Raden Wiralodra dan Ki Tinggil mengangguk tanda setuju. Ikatan persaudaraan di antara keduanya pun terjadi. Sejak itu, tugas membabat hutan dan mendirikan pusat pemukiman di Iembah Sungai Cimanuk, dengan cepat dapat terselesaikan. Bahkan, Raden Wiralodra tercatat sebagai pemim pertama kerajaan di Iembah Sungai Cimanuk yang sekarang Iebih dikenal dengan nama Indramayu.

Karena bangsa makhluk gaib diberi umur panjang, sampai sekarang, Raden Werdinata dengan didampingi Mahapatih Jongkara masih terus memimpin Kerajaan Pulomas, sementara, Panglima Kalasrenggi yang Iari setelah dihajar Ki Tinggil, menjadi raja di kerajaan.demikianlah semoga menambah wawasan kita.

 Daftar Sekarang

Monday, 7 October 2019

Misteri Hantu Jeruk Purut Yang Ingin Balas Dendam

13:55 0 Comments
Indinesia, Horor - Sekitar awal 90an, cerita seram tentang hantu di pekuburan Jeruk Purut santer beredar di Jakarta. Konon, ada hantu kepala buntung berkeliaran di pekuburan itu. Si hantu yang berpakaian seperti pastor berkeliling pemakaman itu sambil menenteng kepalanya sendiri. Ia mencari jalan pulang ke makamnya.

Bukan. Bukan hantu itu yang saya temui di sana. Mahluk yang saya temui bukan mencari jalan pulang. Ia ingin balas dendam. Begini ceritanya

Misteri Hantu Jeruk Purut Yang Ingin Balas Dendam

Seperti kebanyakan anak muda, saya dan empat kawan, ingin mencari sensasi seru. Setelah mendengar cerita hantu Jeruk Purut, kami segera susun rencana membuktikan tidak ada sosok seperti itu di dunia ini. Caranya, dengan mengikuti syarat yang diceritakan orang-orang. 

"Harus datang ke pekuburannya di tengah malam Jumat dengan jumlah orang ganjil," kata Putra menirukan cerita yang didengar dari kawannya . 

Atas nama kesetiakawanan dan kegagahan, saya iyakan ajakan mereka untuk ke pekuburan itu di tengah malam Jumat. Rasanya bakal seru dan aman-aman saja. Ternyata perkiraan saya salah...

"Cuma bisa sampai sini, nih, mobilnya. Kita jalan ke dalam," kata Putra. 

Kami berempat berpandangan tak yakin. Waktu sudah cukup larut, gelap pekat, dingin, dan sejujurnya saya lumayan takut. 

"Ahhh, penakut amat, sih! Ngapain juga ikutan kalau enggak ke dalam?" ketus Putra. 

Alhasil kami berlima turun dan mulai menyusuri pemakaman. Sekitar 10-15 menit berjalan kaki, Putra mulai mengeluh

"Haaah, nggak asyik. Cuma gini aja, nih? Mana, tuh, pastur kepala buntung? Takut kali sama kita. Kuntilanak, kek, minimal. Genderuwo, kek... Haaaah, udah, balik ajalah!" kata dia sambil menginjak-injak kuburan yang dilewati. 

Kami pulang dan menginap di rumah Putra dan tidur di lantai kamarnya. Tengah malam ia mengigau dan terbangun berteriak. Katanya mimpi buruk. Di pagi harinya suhu tubuh Putra sangat panas. Ia terpaksa tak masuk sekolah. Bahkan sampai hari Selasa kami masih belum lihat Putra di sekolah. 

"Put, lu kenapa nggak masuk lama banget?" tanya saya sebelum pelajaran dimulai

"Demam," jawabnya lemah, sambil menatap lantai. 

"Masuk angin kali, ya, waktu itu? Udah sembuh lu?" tanya saya lagi. 

Dia diam sambil terus menatap lantai tanpa berkedip. 

"Put? Lu nggak kenapa-kenapa, kan?" tanya saya serius. 

 Daftar Sekarang

"Gue nggak bisa hilangin bayangan wajah di mimpi gue. Dari malam Jumat itu, mimpi gue masih sama," kata dia. 

"Mimpi apaan?" saya mulai heran. 

"Laki-laki. Tinggi. Hitam. Lehernya ada bekas sayatan dalam," kata dia. 

"Ah... Lu mah. Masih soal hantu Jeruk Purut ya? Tauk ah..." kata saya seraya pergi meninggalkannya. 

Hingga sepekan sejak kejadian itu Putra masih bertingkah aneh. Tak lagi berisik seperti biasanya. Banyak diam dan menatap nanar. Kulitnya juga pucat dengan area mata menghitam. 
Di kantin, saat kami duduk berseberangan, ia bahkan sempat menunjukkan 'kemampuan' baru. Ia menggerakkan gelas tanpa menyentuhnya sama sekali. Katanya, itu belum seberapa.

Lama-lama makin terasa ada yang aneh dengan Putra. Ia juga sering marah-marah tak jelas. 

"Ada yang aneh sama Putra, ya?" kata Pak Andi, guru olahraga, pada saya di sisi lapangan sambil menatap Putra dari kejauhan. 

"Aneh bagaimana, Pak?" tanya saya berlagak tak tahu. 

"Saya rasa dia nggak seperti Putra yang kita kenal. Coba ajak dia ke kampus saya nanti malam sekitar jam delapan," kata Pak Andi. 

Setelah mengobrol dengan kawan-kawan saya baru tahu Pak Andi memang mendalami urusan spiritual. Saya dan teman-teman sepakat mengantar Putra ke kampus tempat Pak Andi belajar. Lokasinya di pusat Jakarta.

Makin dekat kampus itu, Putra yang kami ajak tanpa bilang alasan sebenarnya, mulai bertingkah. Ia mulai menggedor-gedor pintu mobil, katanya ingin keluar. Kami coba tenangkan dengan bilang ada latihan tambahan oleh Pak Andi. Ia tenang sebentar, meski napasnya tetap memburu. 

Kami menunggu sekitar 10 menit di lapangan basket. Pak Andi datang dengan dua orang temannya. Ia menyuruh kami memegangi tangan Putra sementara ia mengucapkan kalimat-kalimat yang tak tahu bahasa apa. 

Putra berontak dan bicara dengan suara berat yang aneh. "Mau apaaaaa?" katanya. 

"Kamu siapa, mau apa ke sini?" tanya Pak Andi. 

"Saya nggak terima! Saya nggak terima! Saya nggak terima!" begitu terus yang keluar dari mulut Putra. 

"Nggak terima apa? Kenapa kamu diam di dalam badan Putra?" tanya Pak Andi. 

"Dia nggak sopan! Dia nggak sopan!" ucap Putra sambil berontak sampai kami kewalahan memegangi tangannya. 

"Kamu mau keluar sendiri atau mau kami paksa keluar?" tanya Pak Andi lagi. 

Putra menggeram sambil terus memberontak dan bergumam aneh. Tak lama, Pak Andi menyuruh dua temannya memukul Putra. 

Setelah menerima pukulan bertubi-tubi, Putra tiba-tiba lunglai dan muntah-muntah. Pak Andi minta kami berdoa sambil mengelilingi Putra. Tiba-tiba Putra berdiri, mendatangi Pak Andi, berbisik. Lalu jatuh dan pingsan. 

Saya dan seorang teman merasakan ada angin seperti orang berjalan melewati kami dan terdengar suara ada yang melewati rumput ilalang di dekat lapangan itu. 

Kami angkat Putra ke mobil. Di perjalanan, ia terbangun. Bertanya apa yang terjadi. Kami ceritakan yang sudah terjadi. Ia hanya bilang, tiap kali tutup mata, sosok laki-laki dengan leher tergorok terus muncul di kepalanya. Berkata hal-hal mengancam. Tak lama, ia tidur lagi hingga kami antar ke rumahnya. 

Esoknya, Putra sudah kembali ke sekolah dengan wajah lebih normal. 

"Pak, kemarin Putra bilang apa sebelum pingsan?" tanya saya ke Pak Andi. 


 Daftar Sekarang
"Katanya, siapa pun yang malam itu ke Jeruk Purut mencoba datang lagi, keluarnya sudah tidak dalam keadaan hidup. Jadi, kamu dan teman-teman lebih baik enggak ke sana lagi, ya," kata Pak Andi. 


Sunday, 6 October 2019

Dongeng Jaman Dulu Asal Usul Batu Menangis

12:01 0 Comments
Indonesia, Dongeng - Pada jaman dahulu kala, di sebuah desa terpencil di daerah Kalimantan Barat, Indonesia, hiduplah seorang janda tua dengan seorang putrinya yang cantik jelita bernama Darmi. Mereka tinggal di sebuah gubuk yang terletak di ujung desa. Sejak ayah Darmi meninggal, kehidupan mereka menjadi susah. Ayah Darmi tidak meninggalkan harta warisan sedikit pun. Untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, ibu Darmi bekerja di sawah atau ladang orang lain sebagai buruh upahan.

Dongeng Jaman Dulu Asal Usul Batu Menangis

Sementara putrinya, Darmi, seorang gadis yang manja. Apapun yang dimintanya harus dikabulkan. Selain manja, ia juga seorang gadis yang malas. Kerjanya hanya bersolek dan mengagumi kecantikannya di depan cermin. Setiap sore ia selalu hilir-mudik di kampungnya tanpa tujuan yang jelas, kecuali hanya untuk mempertontonkan kecantikannya. Ia sama sekali tidak mau membantu ibunya mencari nafkah. Setiap kali ibunya mengajaknya pergi ke sawah, ia selalu menolak.

”Nak! Ayo bantu Ibu bekerja di sawah,” ajak sang Ibu.

”Tidak, Bu! Aku tidak mau pergi ke sawah. Nanti kuku dan kulitku kotor terkena lumpur,” jawab Darmi menolak.

”Apakah kamu tidak kasihan melihat Ibu, Nak?” tanya sang Ibu mengiba.

”Tidak! Ibu saja yang sudah tua bekerja di sawah, karena tidak mungkin lagi ada laki-laki yang tertarik pada wajah Ibu yang sudah keriput itu,” jawab Darmi dengan ketus.

Mendegar jawaban anaknya itu, sang Ibu tidak dapat berkata-kata lagi. Dengan perasaan sedih, ia pun berangkat ke sawah untuk bekerja. Sementara si Darmi tetap saja tinggal di gubuk, terus bersolek untuk mempecantik dirinya. Setelah ibunya pulang dari sawah, Darmi meminta uang upah yang diperoleh Ibunya untuk dibelikan alat-alat kecantikan.

”Bu! Mana uang upahnya itu!” seru Darmi kepada Ibunya.

”Jangan, Nak! Uang ini untuk membeli kebutuhan hidup kita hari ini,” ujar sang Ibu.

”Tapi, Bu! Bedakku sudah habis. Saya harus beli yang baru,” kata Darmi.

”Kamu memang anak tidak tahu diri! Tahunya menghabiskan uang, tapi tidak mau bekerja,” kata sang Ibu kesal.

Meskipun marah, sang Ibu tetap memberikan uang itu kepada Darmi. Keesokan harinya, ketika ibunya pulang dari bekerja, si Darmi meminta lagi uang upah yang diperoleh ibunya untuk membeli alat kecantikannya yang lain. Keadaan demikian terjadi hampir setiap hari.

Pada suatu hari, ketika ibunya hendak ke pasar, Darmi berpesan agar dibelikan sebuah alat kecantikan. Tapi, ibunya tidak tahu alat kecantikan yang dia maksud. Kemudian ibunya mengajaknya ikut ke pasar.

”Kalau begitu, ayo temani Ibu ke pasar!” ajak Ibunya.

”Aku tidak mau pergi ke pasar bersama Ibu!” jawab Darmi menolak ajakan Ibunya.

”Tapi, Ibu tidak tahu alat kecantikan yang kamu maksud itu, Nak!” seru Ibunya.

Namun setelah didesak, Darmi pun bersedia menemani Ibunya ke pasar.

”Aku mau ikut Ibu ke pasar, tapi dengan syarat Ibu harus berjalan di belakangku,” kata Darmi kepada Ibunya.

”Memang kenapa, Nak!” tanya Ibunya penasaran.

”Aku malu kepada orang-orang kampung jika berjalan berdampingan dengan Ibu,” jawab Darmi.

”Kenapa harus malu, Nak? Bukankah aku ini Ibu kandungmu?” tanya sang Ibu.

”Ibu seharusnya berkaca. Lihat wajah Ibu yang sudah keriput dan pakaian ibu sangat kotor itu! Aku malu punya Ibu berantakan seperti itu!” seru Darmi dengan nada merendahkan Ibunya.

Walaupun sedih, sang Ibu pun menuruti permintaan putrinya. Setelah itu, berangkatlah mereka ke pasar secara beriringan. Si Darmi berjalan di depan, sedangkan Ibunya mengikuti dari berlakang dengan membawa keranjang. Meskipun keduanya ibu dan anak, penampilan mereka kelihatan sangat berbeda. Seolah-olah mereka bukan keluarga yang sama. Sang Anak terlihat cantik dengan pakaian yang bagus, sedangkan sang Ibu kelihatan sangat tua dengan pakaian yang sangat kotor dan penuh tambalan.

 Daftar Sekarang

Di tengah perjalanan, Darmi bertemu dengan temannya yang tinggal di kampung lain.

”Hei, Darmi! Hendak ke mana kamu?” tanya temannya itu.

”Ke pasar!” jawab Darmi dengan pelan.

”Lalu, siapa orang di belakangmu itu? Apakah dia ibumu?” tanya lagi temannya sambil menunjuk orang tua yang membawa keranjang.

”Tentu saja bukan ibuku! Dia adalah pembantuku,” jawab Darmi dengan nada sinis.

Laksana disambar petir orang tua itu mendengar ucapan putrinya. Tapi dia hanya terdiam sambil menahan rasa sedih. Setelah itu, keduanya pun melanjutkan perjalanan menuju ke pasar. Tidak berapa lama berjalan, mereka bertemu lagi dengan seseorang.

Dongeng Jaman Dulu Asal Usul Batu Menangis

”Hei, Darmi! Hendak ke mana kamu?” tanya orang itu.

”Hendak ke pasar,” jawab Darmi singkat.

”Siapa yang di belakangmu itu?” tanya lagi orang itu.

”Dia pembantuku,” jawab Darmi mulai kesal dengan pertanyaan-pertanyaan itu.

Jawaban yang dilontarkan Darmi itu membuat hati ibunya semakin sedih. Tapi, sang Ibu masih kuat menahan rasa sedihnya. Begitulah yang terjadi terus-menerus selama dalam perjalanan menuju ke pasar. Akhirnya, sang Ibu berhenti, lalu duduk di pinggir jalan.

”Bu! Kenapa berhenti?” tanya Darmi heran.

Beberapa kali Darmi bertanya, namun sang Ibu tetap saja tidak menjawab pertanyaannya. Sesaat kemudian, Darmi melihat mulut ibunya komat-komit sambil menengadahkan kedua tangannya ke atas.

”Hei, Ibu sedang apa?” tanya Darmi dengan nada membentak.

Sang Ibu tetap saja tidak menjawab pertanyaan anaknya. Ia tetap berdoa kepada Tuhan agar menghukum anaknya yang durhaka itu.

”Ya, Tuhan! Ampunilah hambamu yang lemah ini. Hamba sudah tidak sanggup lagi menghadapi sikap anak hamba yang durhaka ini. Berikanlah hukuman yang setimpal kepadanya!” doa sang Ibu.

Beberapa saat kemudian, tiba-tiba langit menjadi mendung. Petir menyambar-nyambar dan suara guntur bergemuruh memekakkan telinga. Hujan deras pun turun. Pelan-pelan, kaki Darmi berubah menjadi batu. Darmi pun mulai panik.

”Ibu...! Ibu... ! Apa yang terjadi dengan kakiku, Bu?” tanya Darmi sambil berteriak.

”Maafkan Darmi! Maafkan Darmi, Bu! Darmi tidak akan mengulanginya lagi, Bu!” seru Darmi semakin panik.

Namun, apa hendak dibuat, nasi sudah menjadi bubur. Hukuman itu tidak dapat lagi dihindari. Perlahan-lahan, seluruh tubuh Darmi berubah menjadi batu. Perubahan itu terjadi dari kaki, badan, hingga ke kepala. Gadis durhaka itu hanya bisa menangis dan menangis menyesali perbuatannya. Sebelum kepala anaknya berubah menjadi batu, sang Ibu masih melihat air menetes dari kedua mata anaknya. Semua orang yang lewat di tempat itu juga ikut menyaksikan peristiwa itu. Tidak berapa lama, cuaca pun kembali terang seperti sedia kala. Seluruh tubuh Darmi telah menjelma menjadi batu. Batu itu kemudian mereka letakkan di pinggir jalan bersandar ke tebing. Oleh masyarakat setempat, batu itu mereka beri nama Batu Menangis.


 Daftar Sekarang

Saturday, 5 October 2019

Kisah Nyata Seorang Wartawan ganteng

13:20 0 Comments
Indonesia, Mistis - Gue punya temen, namanya Virza. Dia orang Medan, tapi bukan penyanyi. Virza baru aja kerja di sebuah media online yang cukup besar. Sebagai wartawan megapolitan, Virza jadi harus biasa PDKT sama polisi dan bikin berita kriminal di Ibu Kota. Jadi kalau menurut Virza, dia kudu nyari “cepu” atau semacam informan gitu yang bersedia ngirim data-data atau laporan kalau ada kejadian kriminal kayak pencurian, pembunuhan, bahkan tabrakan. Kadang, info ini masuk lengkap sama gambarnya. Semacem “No Pict Hoax” gitu kali ya.

Kisah Nyata Seorang Wartawan ganteng

Nah malam itu, Virza lagi sendirian di kontrakannya di daerah Tebet. Dia biasa tidur cepet dan enggak sadar waktu salah satu cepunya ngirim info kecelakaan di daerah Jakbar. Baru sekitar jam 1 pagi, doi kebangun gara-gara gerah. Maklum, kismin jadi beli kipas aja gak mampu. Sedih gak? Seperti milenial pada umumnya, begitu bangun langsung megang hape. “Gue baru ngeh ada WA dari cepu gue, mana fotonya banyak banget, otomatis kedonlot pula,” kata Virza waktu cerita ke gue, sambil nunggu film mulai. Film jam 10 dateng jam 7, kering bat nunggunya. sorry OOT.

Dari sekian banyak foto, salah satunya adalah foto korban yang tewas di lokasi karena kepalanya pecah. Namanya anak baru, dia belum biasa liat penampakan mayat. Kebayang-bayang. Virza jadi makin gak bisa tidur. Dia turun ke ruang TV yang lebih adem. Lagi enak-enak nonton TV sambil ngadem di lantai, Virza denger ada suara barang jatuh di dapur. Curiga maling, dia langsung ke dapur bawa sapu. Tapi ternyata, di dapur enggak ada apa-apa. Bahkan gak ada barang jatoh. Curiga fatamorgana di kuping, Virza balik lagi ke depan TV.

 Daftar Sekarang

Baru mau ketiduran, Virza kebangun karena ada suara dari lantai dua. Kayak orang jalan gitu. Virza yang masih mikir itu maling, ambil sapu lagi dan diem-diem naik. Padahal sapu juga buat apa ya? Kalau malingnya bawa senpi kan kalah juga. Di anak tangga terakhir, samar-samar dia denger suara cewek nangis. Mulai gak enak nih. Tapi udah terlanjur naik. Doi ngecek satu-satu ruangan di atas. Tapi nihil. Dia enggak nemu apa-apa. Enggak jelas juga sumber suaranya. Berasa di situ tapi enggak di situ. Bingung gak?

Pas mau turun, baru dia tiba-tiba ngerasa kalau suara nangis itu berasal dari belakangnya. Pas dia nengok… dia liat ada cewek nangis di gorden di belakangnya. Mukanya rusak, kepalanya pecah, dan bajunya identik dengan korban kecelakaan di foto dari cepu Virza. Beda sama gue atau temennya si Wahyu yang masih sempet istighfar, Virza yang lebih enggak agamis dari gue langsung lari turun, ngumpet di bawah karpet entah apa faedahnya. Yang ada juga gatel-gatel itu.

Dia diem dalam takut, diem terus sampai lama-lama suara tangisannya ilang. Setelah memastikan situasi beneran aman, Virza narik karpet di atas kepalanya, ngintip. Ga taunya kepala si cewek itu udah ada pas di depan muka Virza. “Kok lari, takut sama aku?”. Virza pingsan. Lagian iseng juga ya itu hantunya, kok pake ditanya. Ya udah pasti takutlah, kan lari menjauh, kalau lari mendekat baru tuh namanya demen. Besoknya Virza yang baru sadar langsung ngehapus semua foto korban-korban yang ada di hape dia selama ini. “Abis itu gak diganggu lagi gue.”

Dan gue kadang juga kesel sih sama orang-orang yang suka nyebar foto-foto korban di sosmed. Kalau buat “info” buat wartawan atau yang berwenang sih mungkin gapapa. Selain takut menyakiti hati keluarga, siapa yang suka kalau foto lo waktu meninggal jadi konsumsi publik? Sekian. Thanks.

Sumber cerita
Twitter : @balakosa_amb

 Daftar Sekarang

Friday, 4 October 2019

Kisah Karomah Batu Qur’an Pandeglang Banten

14:11 0 Comments
Indonesia, Misteri - Dalam catatan sejarah, awal mula munculnya pemandian Batu Qur’an yang terletak di kaki Gunung Karang, tepatnya di Desa Kadubumbang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang berkaitan erat dengan syekh Maulana Mansyur, ulama Banten yang terkenal di abad ke-15.

Kisah Karomah Batu Qur’an Pandeglang Banten

Konon lokasi dimana Batu Qur’an ini dahulu diyakini adalah pijakan kaki syekh Maulana Mansyur ketika hendak pergi haji ke tanah suci Makkah. Dengan membaca basmalah sampailah beliau ke tanah suci, Makkah. Ketika Syekh Maulana Mansyur pulang dari Makkah, beliau muncul bersama air dari tanah yang tidak berhenti mengucur. Banyak orang meyakini bahwa air yang mengucur tersebut adalah air zam-zam.

Syekh Maulauna Mansyur kemudian bermunajat kepada Allah dengan shalat dua raka’at di dekat keluarnya air tersebut. Selesai shalat Syekh Maulana Mansyur kemudian mendapatkan petunjuk untuk menutup air tersebut dengan Al-Qur’an.

Atas izin Allah air tersebut berhenti mengucur dan Al-Qur’an tersebut berubah menjadi batu, sehingga batu itu dinamakan Batu Qur’an.

 Daftar Sekarang

Syekh Maulana Mansyur bagi sebagian warga Banten memang dikenal sebagai salah seorang ulama pemberani, cerdas, piawai dalam memainkan alat-alat kesenian bernafaskan Islam.

Di masa kejayaan Sultan Hasanudin, Syekh Maulana Mansyur atau juga dikenal sebagai Ki Mansyur yang juga cakap dalam ilmu pertanian serta komunikasi. Sehingga beliau diserahi tugas untuk menjaga kawasan Islam Banten Selatan dan berdomisili di Cikaduen.

Secara kasat mata batu dengan berukuran 2 meter tersebut akan terlihat seperti batu pada umumnya, dengan cara apapun dan dengan alat apapun tidak akan bisa terlihat tulisan Al-Qur’an dibatu tersebut. Namun menurut kepercayaan tulisan A-Qur’an dapat dilihat dan dibaca dengan mata batin.

Kisah Karomah Batu Qur’an Pandeglang Banten

Diyakini hanya orang dengan hati dan jiwa yang bersih bisa melihat tulisan Al-Qur’an padaa batunya. Itupun terlebih dahulu harus melakukan beberapa proses ritual dengan atas izin Allah SWT seperti berpuasa, shalat, dzikir dan memanjatkan do’a kepada Allah SWT.

Walaupun musim kemarau panjang, air yang berada dalam kolam pemandian dengan air jernih dengan kedalaman 1,5 meter tidak akan pernah mengering, bahkan terus mengeluarkan air.

Namun ada pula yang meyakini bahwa Batu Qur’an tersebut berasal dari Syekh Maulana Mansyurdin yaitu seorang ulama Auliyaillah, pada waktu itu berada di Makkah. Kemudian beliau menyelam kedalam sumur zam-zam namun keluar atau timbul di suatu mata air yang terdapat di daerah Cibulakan Banten.

Kemudian Syekh Mansyurdin mengambil Al-Qur’an untuk menghentikan laju mata air yang mancur deras tersebut, hingga akhirnya pun air tersebut dapat dapat dihentikan den Al-Qur’an tersebut berubah menjadi sebuah batu. Lalu Syekh Mansyurdin kemudian mengukir tulisan Al-Qur’an pada batu tersebut menggunakan telunjuknya.

Syekh Maulana Mansyurdin, dalah putra dari Sultan Agung Abdul Fatah Tirtayasa. Sekitar tahuun 1651 M, Syekh Maulana Mansyurdin menikah dengan seorang gadis dari Desa Cikoromoy-Banten, bernama Nyi mas Ratu Sarinten dan dikarunia seorang anak bernama Muhammda Sholih.

Sykh Maulana Mansyurdin merupakan salah satu ulama yang menyebarkan Islam di Banten Selatan. Menurut cerita, Beliau terkenal sakti dan dapat bersahabat dengan bangsa jin.

Ada cerita bahwa pada zaman dulu, ketika Syekh Mansyurdin berjalan ke sebuah hutan, kemudian tiba-tiba beliau mendengar suara harimau yaang merintih kesakitan, sehingga menghampiri harimau tersebut. Ketika dihampiri oleh Syekh Mansyurdin, harimau tersebut tengah terjepit sebuah pohon besar. Lalu Syekh Mansyurdin menolong harimau tersebut sehingga terlepas dari himpitan kayu, setelah dibebaskan harimau tersebut mengaung dan menunduk di hadapan syekh Masyurdin.

Dengan kemuliaan yang dimilikinya Syekh Mansyurdin, beliau dapat bercakap-cakap dengan harimau tersebut. “Engkau, atas izin Allah telah aku selamatkan, maka aku minta pada engkau dan anak turunanmu untuk tidak mengganggu keluarga dan anak keturunanku,” kata Syekh Mansyurdin kepada harimau tersebut.

Sang harimau pun menyanggupinya, hingga saat ini berkembang cerita bahwa anak keturunan Syekh Mansyurdin dapat menaklukan harimau.

Syekh Maulana Mansyurdin meninggal dunia pada tahun 1672 M dan dimakamkan di Cikaduen Pandeglang Banten.

Hinggakini makam beliau sering di ziarahi oeh masyarakat sekitar luas, tidak hanya masyarakat dari Banten tetapi juga dari luar Banten, makam Syekh Maulana Mansyurdin paling ramai dikunjungi pada hari-hari besar Islam.

 Daftar Sekarang

Wednesday, 2 October 2019

Misteri Hantu Suanggi Hantu Yang Paling Ditakuti Oleh Warga Indonesia Di Bagian Timur Karna Terkenal Ganas

22:17 0 Comments
Indonesia, Kisah Nyata - Di dunia ini, kita tak pernah jauh dari yang namanya hantu atau mistis. Setiap daerah pasti memiliki cerita misteri urban yang berbeda-beda. mungkin bagi orang jawa, sudah sering mendengar cerita hantu. Bagaimana kalau cerita hantu dari indonesia timur. Lebih tepatnya di daerah jawa timur. Disana dikenal sosok hantu yang paling di takuti bernama hantu Suanggi atau dikenal dengan nama hantu suanggi. Hantu ini merupakan roh jahat yang bisa memasuki seseorang dan memiliki kekuatan magis yang begitu tinggi. Sering digunakan oleh para dukun santet jahat untuk menyantet targetnya. Sebenarnya tak hanya di papua saja, tapi di sebagian wilayah indonesia timur banyak yang mengenalnya.

Misteri Hantu Suanggi Hantu Yang Paling Ditakuti Oleh Warga Indonesia Di Bagian Timur Karna Terkenal Ganas


Ada banyak cerita tentang hantu ini. misalnya di papua, lebih dikenal dengan hantu berbentuk bola api yang bisa membunuh. Lalu di daerah maluku, dikenal sebagai dukun jahat dan kanibal. Banyak pandangan yang berbeda. Ada yang bilang dia merupakan sosok manusia, yang memiliki kekuatan gaib yang sangat jahat. Seperti sebuah siluman berbentuk manusia. Dia juga bisa berubah menjadi bola api yang membahayakan banyak orang.

 Daftar Sekarang

Lalu ada rumor yang mengatakan bahwa hantu ini merupakan sosok seorang perempuan yang memiliki kekuatan magis tinggi. Ia seorang hantu yang memiliki hati penuh kedengkian. Dia sering keluar tengah malam dengan wajah yang seram dan memiliki kepala bersayap. setiap malam, ia selalu mencari mangsanya. Suanggi ini, bisa merasuki siapa. Tidak pandang bulu sama sekali. Terkadang orang yang dirasuki oleh Suanggi, akan meninggal dengan cara yang tidak wajar. Misalnya depresi terus menerus, meninggal tanpa penyakit sama sekali dan terlihat aneh.

Misteri tentang hantu Suanggi ini, memang begitu terkenal di indonesia bagian timur. Tapi memiliki banyak pandangan. Tapi yang jelas Suanggi merupakan sosok hantu yang jahat dan bisa membunuh mangsanya. Suanggi sosok roh jahat yang merasuki manusia. Sosok ini begitu dikenal di daerah sulawesi utara, NTT, maluku, dan papua. Terutama untuk orang-orang pedalaman. Banyak yang mempercayai adanya sosok ini. oleh karena itu banyak orang yang takut untuk keluar malam. Apalagi di tengah malam.

Misteri Hantu Suanggi Hantu Yang Paling Ditakuti Oleh Warga Indonesia Di Bagian Timur Karna Terkenal Ganas

Banyak orang indonesia timur yang takut cerita tentang sosok Suanggi ini, karena mereka takut hantu tersebut akan muncul. Di daerah maluku utara, lebih tepatnya di tobelo pulau halmahera. Pernah muncul sosok yang dipercayai sebagai Suanggi. Berbentuk seorang wanita cantik. Muncul sekitar bulan februari 2004. Suanggi ini menghantui daerah tersebut kurang lebih sampai dua bulan. Ia selalu mengincar pada lelaki. Ia menggodanya, jika laki-laki itu tergoda akan diajak untuk berhubungan intim dan diserang begitu saja. sampai alat kelaminnya rusak.

Lalu di nusa tenggara timur, sosok Suanggi lebih dikenal dengan seorang wanita tua yang memiliki hati dengki. Terjadi sekitar tahun 1895 di daerah nangaroro nagekeo NTT. Nenek tersebut memiliki wajah yang cantik dan hatinya penuh dengan kedengkia. Ia iri dengan tetangganya, kemudian meminta tolong penunggu pohon. Sesampainya di rumah, ia berubah menjadi iblis dengan mata merah dan memiliki ilmu sihir yang begitu kuat. Karena tidak bisa mengendalikannya, nenek tua tersebut akhirnya meninggal dengan cara yang mengenaskan. Banyak yang percaya, roh nenek tersebut selalu bergentayangan di malam hari. jadi sosok hantu Suanggi ini, memang berbeda-beda di setiap daerah. Tapi dikenal dengan sosok hantu yang menyeramkan.

 Daftar Sekarang

Tuesday, 1 October 2019

Menguak Misteri Mak Lampur Sampai Berubah Menjadi Tanaman Raksasa Sampai Sekarang

21:44 0 Comments
Indonesia - Kisah misteri mak lampir yang telah banyak kenangan ini sangat mistis dan menyeramkan, sebab bagaimana mungkin bahwa gadis yang ayu dan cantik bisa buruk rupa dan menjadi nenek tua yang sangat menakutkan. Dalam ini banyak yang terjadi sebelum adanya kejadian mengerikan ini. Mak lampir adalah dia yang memiliki kekuatan mandraguna dari situ dirinya mencari jalan untuk bisa kekal dan abadi selamanya di dunia. Jadinya dia memilih bersekutu dengan jin dan juga setan untuk mendapatkan kekuatan dari makhluk halus tersebut mungkin kalau di nalar memang benar jaman sekarang pun masih banyak yang mempercayai hal-hal ghaib yang mampu memberikan kekuatan dengan bantuan setan dan iblis.


Menguak Misteri Mak Lampur Sampai Berubah Menjadi Tanaman Raksasa Sampai Sekarang

Mak lampir mampu hidup hingga ratusan maka dari itulah dirinya dijuluki dengan mak lampir, awal mulanya dirinya sangat cantik namun karena kekuatannya inilah yang menjadi korban adalah kecantikannya berubah menjadi buruk rupa. Jadi siapa saja yang melihatnya jelas akan merasa takut dengan wajahnya yang buruk.

Nenek tua ini sangat bisa untuk hidup kekal dan abadi, bahkan dirinya berkelana hingga jawa dwipa dan setelah itu mak lampir mendirikan kerajaan iblis yang berada di puncak gunung merapi yang berada di pulau jawa. Mungkin kalau kamu mengetahui kabar dari mbah marijan iklan kukubima energi dia adalah kunci dari gunung merapi dirinya telah meninggalkan kehidupan beberapa tahun yang lalu. Menurut mbah marijan akan lebih baik orang yang betempat tinggal disana harus meninggalkan tempat tersebut sebelum terlambat. Dengan begitu bisa dipastikan bahwa misteri mak lampir gunung merapi benar-benar kisah nyata tempatnya para iblis berkumpul.

 Daftar Sekarang

Suatu ketika ada kejadian menegangkan saat basir, sembara dan aji sedang mengaji dan melakukan perjalanan pulang. Mereka merasakan bau kemenyan yang sangat kuat. Bahkan ada kalong yang melintas diatas mereka, ternyata mereka tidak sendirian melainkan dengan nyi bidara. Seketika tawaan mak lampir membuat basir sampai mengompol akibat terlalu takut. Mereka melarikan diri, dan pada malam itu juga aji berniat ingin membunuh mak lampir namun niat itu terhentikan oleh nyi bidara. Alhasil mak lampir dan nyi bidara bertarung dengan mengadu kekuatan yang ada.

Menguak Misteri Mak Lampur Sampai Berubah Menjadi Tanaman Raksasa Sampai Sekarang

Dan hal ini membuat ibu aji terbangun dan menanyakan kepada anaknya ada apa diluar, aji pun menjawab dengan jujur bahwa ada perkelahian antara mak lampir dan nyi bidara. Namun ibunya sama sekali tidak percaya. Dan untuk keesokan harinya warga desa tersebut membahas dan mendengar suara aneh yang terjadi pada saat malam itu juga. Ada wanita yang sudah terkena cekikan mak lampir hingga wanita itu meninggal dunia. Sedangkan nyi bidara benar-benar terluka karena Sudah melawan mak lampir. Dari sini nyi bidara benar-benar mengakui kekuatan mak lampir yang sesungguhnya.

Misteri mak lampir kembali lagi kepada rumah pak rasiman keluarga dari wanita yang telah dibunuh oleh mak lampir, dan nyi bidara tidak ambil diam saja dia langsung menyerang mak lampir dengan sekuat tenaga namun, herannya mak lampir sudah menjadi sebuah tanaman raksasa yang sengaja melilit badan nyi bidara dengan kuat. Dan itu membuat nyi bidara benar-benar merasa kelelahan, dan bersumpah untuk menghentikan pembunuhannya pada keturunan prayogo sebab itulah incaran dari mak lampir, dan sebagaimana menguburkan dimana dirinya dikuburkan. Dan nyi bidara juga berhasil membuat mak lampir meninggalkan pertarungan yang berlangsung.

 Daftar Sekarang

Follow Us @soratemplates