Infomasi Penting : SITUS REKOMENDASI DARI KAMI SAAT INI ADALAH JPOKER99.COM dan JBANDAR.COM, MIN DEPO RENDAH WINRATE MANTAP, SILAKAN DI GAS BOSKU

Friday, 24 April 2020

Legenda Garuda Wisnu Kencana Di Bali

16:03 0 Comments
Masterceme, Legenda - Konon disebuah negeri di Pulau Bali, hiduplah seorang Resi yang arif dan bijaksana. Resi itu bernama Resi Kasyapa. Beliau memiliki dua orang istri yakni Kadru dan Winata. Resi kasyapa bersikap adil kepada kedua istrinya, namun salah satu istrinya yaitu Kadru selalu menyimpan rasa iri dan dengki kepada Winata.

Legenda Garuda Wisnu Kencana Di Bali

Kedua istri Resi Kasyapa masing-masing dikaruniai anak.  Kadru dikaruniai para Naga, sedangkan Winata dikaruniai seekor Burung Garuda. Kadru yang tetap memiliki rasa iri dan dengki terhadap Winata selalu melancarkan niat jahat agar Winata dapat keluar dari lingkaran keluarga Resi Kasyapa.

Suatu ketika, Para Dewa mengaduk-aduk samudra untuk mendapatkan Tirtha Amartha. Tirtha(air) yang diebut-sebut dapat memberikan keabadian kepada siapapun yang dapat meminumnya walaupun hanya setetes. Bersamaan dengan kejadian itu, muncullah kuda terbang bernama Ucaihswara. Oleh karena Kadru yang selalu menaruh rasa dengki terhadapa Winata, Kadru kemudian menantang Winata untuk menebak warna Kuda Ucaihswara yang belum terlihat oleh mereka.

Winata kemudian menyanggupi tantangan dari Kadru dengan perjanjian, jika siapapun yang kalah harus bersedia menjadi budak dan selalu mentaati seluruh perintah dari yang menang. Kemudian Kadru menebak warna kuda itu berwarna hitam, dan Winata menebak warna kuda itu berwarna putih. Sebelum kuda itu muncul, secara diam-diam Kadru menerima informasi dari anaknya(naga) bahwa kuda itu sebenarnya berwarna putih.

Mengetahui bahwa dirinya akan kalah, maka Kadru berbuat licik dengan menyuruh anaknya untuk menyembur dengan racun tubuh kuda itu sehingga terlihat kehitaman.

Benar saja kuda yang dulunya putih kemudian menjadi hitam setelah muncul dan dilihat oleh Kadru dan Winata. Karena Winata merasa dirinya telah kalah, maka ia bersedia menjadi budak Kadru selama hidupnya.

Garuda wisnu kencana  menyadari kelicikan Kadru, anak Winata yakni sang Garuda tidak tinggal diam. Dia kemudian bertarung dengan anak-anak Kadru yakni para Naga yang berlangsung tanpa henti siang dan malam. Keduanya berhasil menahan imbang disetiap pertarungan sampai akhirnya para Nagapun memberikan persyaratan bahwa dia akan membebaskan Winata dengan syarat sang Garuda dapat membawakan Tirtha Amartha kepada para Naga.

Sang Garuda menyanggupinya, dia bersedia mencari Tirtha Amertha yang tidak dia ketahui tempatnya agar dia dapat menyelamatkan ibunya dari perbudakan. Di tengah petualangannya, sang Garuda bertemu dengan Dewa Wisnu yang membawa Tirtha Amertha. Garuda kemudian meminta Tirtha Amertha itu, Dewa Wisnu menyerahkannya dengan syarat agar Garuda mau menjadi tunggangan Dewa Wisnu yang kemudian dikenal dengan nama Garuda Wisnu Kencana.

MasterCeme Merupakan Agen Judi Poker Domino QQ CEME Capsa Susun Samgong Super10 Omaha Poker Online Indonesia Terbaik  dan Terpercaya

Garuda kemudian mendapat tirtha amertha dengan berwadahkan kamendalu dengan tali rumput ilalang. Ia memberikan tirtha tersebut kepada para naga, namun sebelum para naga sempat meminumnya tirtha itu terlebih dahulu diambil oleh dewa indra yang kebetulan lewat. Namun tetesan tirtha amertha itu masih tertinggal di tali rumput ilalangnya. Naga kemudian menjilat rumput ilalang tersebut yang ternyata sangat tajam dan lebih tajam dari pisau. Oleh karena itu lidah naga menjadi terbelah menjadi 2 ujung yang kemudian disetiap keturunan naga itu juga memiliki lidah yang terbelah.
Kemudian ibu Winata berhasil dibebaskan dari jeratan perbudakan.

Begitulah akhir cerita dari Sejarah Cerita Garuda Wisnu Kencana. Lalu apa hubungan Garuda anak Winata dengan Garuda Lambang Negara Indonesia? Karena melihat filosofi diatas para petinggi yang membangun Negara Indonesia kemudian memilih Burung Garuda sebagai lambang Negara Indonesia karena melihat kegigihan Burung Garuda dalam berbakti kepada ibunya agar ibunya dapat lolos dari perbudakan. Garuda tersebut melambangkan kegigihan masyarakat pribumi (masyarakat indonesia) dalam memperjuangkan tanah Ibu pertiwi agar lolos dari perbudakan para penjajah kala itu.

Selamat datang di Masterceme
Hanya 1 user id bisa memainkan 7 jenis permainan.
Minimal Deposit & Withdraw hanya 25.000/50.000
Bonus New Member 20%
Bonus Deposit Harian
Bonus Referal Sebesar 20%
Link : Masterceme{dot}com
WA : +85578968600

 Daftar Sekarang

Saturday, 18 April 2020

Dongeng Si Monyet Lick Dan kerbau Yang Baik hati

13:01 0 Comments
Masterceme, Dongeng - Pada Jaman dahulu kala, hiduplah seekor monyet yang nakal sekali. Dia juga rakus dan suka mencuri tanaman dan buah para petani. Perbuatannya yang sudah begitu keterlaluan, membuat para petani resah. Hingga para petani mulai menjaga ladang mereka dengan ketat dan memasang berbagai perangkap. Tentu saja hal ini membuat monyet yang nakal itu kebingungan, karena jika sampai dia tertangkap, nyawanya bisa melayang.

Dongeng Si Monyet Lick Dan kerbau Yang Baik hati

Pada suatu hari ketika si monyet tengah asik termenung menahan lapar di bawah pohon, dia melihat banyak burung-burung tengah terbang membawa buah anggur yang cukup segar. Melihat hal itu, air liur si monyet mulai berjatuhan. Lalu si monyetpun berteriak pada burung-burung itu..” Hai kawan, dari mana kalian dapatkan buah-buahan yang ranum itu?”. 

Merasa di panggil, burung-burung itupun berhenti dan bertengger di atas pohon. Sambil memakan buah anggur, burung-burung itupun menjawab..” Kami mendapatkanya dari kebun di seberang sungai. Para petani di sana baik hati. Mereka tak akan mengusir atau melukai mu jika kau hanya mengambil buah yang sudah terjatuh ke tanah, asal jangan kau makan buah yang masih ada di pohonya”. Jawab burung-burung itu.

Mendengar jawaban itu, si monyet menjadi sangat girang. Diapun segera menuju kebun di seberang sungai, karena waktu itu sungai mengalir kecil karena musim kemarau, jadi si monyet dapat dengan leluasa menyeberangi sungai itu. Tapi karena sifatnya yang rakus, maka dia memakan semua buah anggur di kebun itu. Baik yang jatuh ke tanah, ataupun yang masih menggantung di pohon.

MasterCeme Merupakan Agen Judi Poker Domino QQ CEME Capsa Susun Samgong Super10 Omaha Poker Online Indonesia Terbaik  dan Terpercaya

Berkali-kali si monyet mengulangi hal yang sama, hingga para petani di seberang sungai kini mulai resah. Mereka tak lagi seramah dulu, bahkan burung-burung kini juga di usir. Karena para petani tak tahu, bahwa yang merusak tanaman mereka adalah si monyet. Tapi meskipun sudah mulai di jaga, tapi si monyet tetap bisa dengan leluasa melakukan aksi nakalnya. Karena penjagaan tak begitu ketat, si monyet masih bisa mencari kelengahan para petani. Sehingga kelakuan si monyet kian hari kian menjadi.

Tak terasa, masa sudah memasuki musim penghujan. Dan si monyet masih saja melakukan pencurian tanpa mau mendengar keluh kesah para petani yang mulai merugi. Si monyet sangat serakah dan rakus, sehingga yang dia fikirkan hanya kepentinganya sendiri. Tapi sial, waktu si monyet akan menyeberang sungai, ternyata sungai itu tengah meluap karena guyuran hujan di atas bukit. Hal tersebut membuat monyet sangat kebingungan, karena dia tak bisa berenang.

Tapi monyet juga di kenal sebagai hewan yang licik, dia pun berfikir untuk mencari cara agar bisa menyeberang. Ahirnya, dia teringat pada sahabat lamanya, si kerbau. Kerbau adalah hewan yang cukup terkenal bisa berenang, dia adalah perenang yang hebat.

Ahirnya, monyetpun menemui si kerbau untuk merayunya. “Hai kerbau sahabat ku, lama tak jumpa. Kenapa badan mu kini terlihat kurus?”. Tanya monyet. “Ah, masak? Perasaan dari dulu tubuh ku tetap begini. Kau saja yang sekarang terlihat tambah gemuk”. Jawab si Kerbau. “Hehehe.. Bagaimana aku tak gemuk? Aku makan enak tiap hari. Petani yang ada di seberang sungai sana, selalu memberi ku makanan enak. Aku di perbolehkan menghabiskan semua buah di kebunya”. Kata si monyet mulai berbohong.

“Wah, benarkah itu? Beruntung sekali kau.. Pantas sekarang kau tambah gemuk”. Kata si kerbau tanpa menaruh sedikitpun curiga pada sahabatnya. “Tapi kerbau, makanan di sana terlalu banyak. Aku tak sanggup menghabiskanya sendirian, maukah kau menemani ku ke sana dan kita makan berdua. Itu semua karena kau sahabat ku, makanya aku mengajak mu”. Si monyet mulai menipu kerbau. “Wah.. Kau baik sekali kawan. 

Kalo begitu, ayo kita ke sana sekarang”. Kata kerbau sangat girang. “Tapi tunggu dulu kerbau, air sungai kini sedang meluap. Aku tak bisa berenang..”. Kata monyet lagi. “Ah, itu masalah gampang, kau bisa naik kepunggung ku. Kau tahu sendiri, aku ini perenang hebat”. Jawab si kerbau.

Merasa tipu muslihatnya berhasil, si monyet merasa sangat senang. Monyet dan kerbau pun segera menuju kebun di seberang sungai, dan ketika menyeberangi sungai, si monyet naik ke punggung kerbau. Setelah sampai di kebun, monyetpun segera makan dengan lahapnya. Begitu pula si kerbau, karena dia merasa semua buah itu memang sengaja di berikan untuk monyet, maka dia juga memakan semua buah di kebun dengan lahap sama seperti monyet. 

Tapi tanpa mereka sadari, gerak-gerik mereka telah di perhatikan oleh para petani dari tadi. Para petani memang sengaja bersembunyi untuk mencari tahu siap sebenarnya yang mencuri di kebun mereka selama ini. Setelah melìhat monyet dan kerbau tengah kekenyangan, merekapun langsung berusaha menyergap kerbau dan monyet. Monyet yang sadar akan bahaya yang datang, segera berlari menyelamatkan diri meninggalkan kerbau yang kebingungan karena tak tahu masalah yang sebenarnya.

MasterCeme Merupakan Agen Judi Poker Domino QQ CEME Capsa Susun Samgong Super10 Omaha Poker Online Indonesia Terbaik  dan Terpercaya

Tapi insting kerbau sadar akan bahaya yang mengancam, hingga ahirnya dia pun berlari menyelamatkan diri. Para petani melempari dan mengusir mereka dengan batu, sehingga membuat tubuh kerbau terluka, di tambah semak belukar yang penuh duri membuat si kerbau semakin kesusahan. Sedangkan si monyet sudah tak kelihatan batang hidungnya, hal tersebut membuat kerbau sadar bahwa dia telah di tipu. Hal itu membuat si kerbau menjadi sakit hati pada monyet.

Ahirnya, setelah beberapa lama berlari si kerbau sampai di tepi sungai. Dengan segera diapun masuk ke dalam sungai untuk mulai menyeberang. Tapi baru beberapa langkah, tiba-tiba si monyet muncul. Ternyata dari tadi si monyet bersembunyi di semak-semak karena tak bisa berenang. “Hai kerbau sahabat ku, tunggu aku..! Apa kau tega meninggalkan sahabat mu di sini?”. Teriak si monyet. Melihat kedatangan si monyet, hati kerbau menjadi sangat dongkol. “Jika kau ingin ikut, cepatlah melompat ke punggung ku. Aku sedang buru-buru, jadi kalau tak segera melompat, kau akan ketinggalan”. Jawab si kerbau dengan nada ketus. 

Mendengar itu, si monyetpun berlari dengan sekuat tenaga. Dia semakin panik ketika mendengar para petani yang mengejar telah ada di belakang mereka. Ahirnya setelah sampai pinggir sungai, si monyet segera melompat. Tapi na’as, karena perutnya terlalu kenyang, membuat tubuhnya bertambah berat dan kurang lincah. Si monyet tidak dapat sampai di punggung kerbau, dan ahirnya tercebur ke dalam sungai dan hanyut terbawa arus. Sedangkan si kerbau tak meperdulikan hal itu, dia lebih memilih segera lari menyelamatkan diri. Karena para petani sudah kian dekat dan siap menangkap mereka.

Nah, hikmah yang dapat kita petik dari kisah ini.. Jangan terlalu serakah, apa lagi menghianati kepercayaan orang lain pada kita.. Karena akan membuat rugi diri sendiri pada ahirnya.. 🙂

Selamat datang di Masterceme
Hanya 1 user id bisa memainkan 7 jenis permainan.
Minimal Deposit & Withdraw hanya 25.000/50.000
Bonus New Member 20%
Bonus Deposit Harian
Bonus Referal Sebesar 20%
Link : Masterceme{dot}com
WA : +85578968600

 Daftar Sekarang

Friday, 17 April 2020

Legenda Si Tanggang Anak Durhaka,Legenda malin Kundang Versi Melayu

15:19 0 Comments
Masterceme, Legenda - Si Tanggang  adalah sebuah cerita dongeng masyarakat Melayu yang mengisahkan kehidupan seorang pemuda bernama Si Tanggang yang mendurhakai ibunya, dan akhirnya berubah menjadi batu karena dikutuk oleh si ibu dengan makbul Tuhan.

Legenda  Si Tanggang Anak Durhaka,Legenda malin Kundang Versi Melayu

Si Tanggang adalah antara dongeng yang paling populer di kalangan orang Melayu. Ia diceritakan melalui lisan secara turun-temurun.

Beberapa tempat di Kepulauan Melayu dikaitkan dengan dongeng Si Tanggang. Diantaranya adalah Jong Batu di Brunei, Batu Caves di Malaysia, dan Batu Malin Kundang di Pantai Air Manis, Padang, Sumatera Barat. Tempat-tempat ini, menurut kepercayaan masyarakat setempat, berisi cerita sejarah Si Tenggang menjadi batu.

Legenda si Tanggang

Pada suatu waktu, Si Talang dan Si Deruma memiliki seorang anak lelaki bernama Si Tanggang. Kehidupan mereka sekeluarga amatlah miskin. Si Tanggang selalu berkhayal untuk menjadi kaya dan terkenal.

Pada suatu hari, Si Tanggang terlihat sebuah kapal besar berlabuh di muara sungai yang dekat dengan rumahnya. Si Tanggang pergi bertemu dengan Nakhoda kapal itu dan meminta untuk dijadikan krunya. Nakhoda kapal itu langsung setuju karena telah melihat efisiensi Si Tanggang bersampan dan bekerja.

Meskipun Si Talang dan Si Deruma sangat keberatan untuk melepaskan Si Tanggang berlayar sesuai kapal Nakhoda itu, mereka terpaksa mengalah. Si Tanggang berjanji akan kembali ke desa setelah menjadi kaya.

Si Tanggang melakukan apa saja pekerjaan yang diperintahkan oleh Nakhoda. Nakhoda sangat suka dengannya karena dia rajin bekerja. Lalu, Si Tanggang pun diambil sebagai anak angkat. Bila Nakhoda menjadi uzur, maka Si Tanggang ditunjuk menjadi nakhoda baru. Dia disebut Nakhoda Tanggang.

Si Tanggang efisien dan pandai berbisnis. Namanya menjadi terkenal. Jadi dia diundang oleh Sultan ke istana. Tidak lama kemudian, Si Tanggang pun menikah dengan putri Sultan. 

Si Tanggang membawa istrinya berlayar ke banyak tempat di seluruh negeri.

Pada suatu hari, kapal Si Tanggang berlabuh di muara sungai desa asal-usulnya. Orang kampung mengetahui nakhoda kapal itu Si Tanggang. 

MasterCeme Merupakan Agen Judi Poker Domino QQ CEME Capsa Susun Samgong Super10 Omaha Poker Online Indonesia Terbaik  dan Terpercaya

Mereka pun mengatakan kepada orang tuanya.

“Anak kita sudah pulang. Marilah kita pergi tengok “kata Si Talang.

“Ya, aku rindukan Si Tanggang. Kabarnya dia sudah kaya sekarang, “kata Deruma dengan gembira. Si Talang dan Si Deruma pun pergilah mengayuh sampan menuju ke kapal Nakhoda Tanggang. Si Deruma membawa makanan favorit Si Tanggang, yaitu pisang salai.

Ketika tiba di kapal, seorang anak kapal melarang mereka naik. Seketika kemudian, Si Tanggang muncul dengan istrinya.

“Siapakah kedua orang tua ini?” Tanya Si Tanggang kepada krunya.

“Mereka mengaku sebagai orang tua tuan,” jawab anak kapal itu.

“Betulkah mereka ini orang tua kanda?” Tanya istri Si Tanggang.

Si Tanggang malu untuk mengaku orang tua itu orangtuanya. Kesusahan dan kemiskinan membuat Si Talang dan Si Deruma terlihat begitu lemah dan daif sekali.

“Orangtua kanda? Oh, tidak! Kanda tidak memiliki orang tua lagi. Mereka bukan orang tua kanda. Jangan biarkan kedua pengemis ini naik ke kapal! “Hardik Si Tanggang. Mukanya merah padam karena malu dan marah.

“Oh, anakku, Si Tanggang! Aku ibumu. Ibu ada bawakan pisang salai kegemaranmu, nak “kata Si Deruma.

“Pergi! “Teriak Si Tanggang. Dia memukul jari ibunya yang bergayut pada bagian tepi kapal. Pisang salai yang dibawa ibunya, dibuang ke laut.

Si Talang dan Si Deruma merasa terlalu sedih dan kecewa. Sungguh tidak disangka anak kesayangan mereka telah berubah. Mereka pun mendayung ke tepi.

Ketika tiba di daratan, Si Deruma memandang ke langit. Sambil mengangkat kedua belah tangan dia berseru “Oh, Tuhan! Tunjukkanlah kepada Si Tanggang bahwa akulah ibu kandungnya. “

Tiba-tiba petir berbunyi. Angin bertiup kencang. Kapal yang sedang berlabuh itu terombang-ambing. Ketika itulah, Si Tanggang merasa kesal. Dia sadar Tuhan telah mengabulkan doa ibunya. Dia akan menerima balasannya karena telah memberontak.

“Oh, ibu! Maafkan Tanggang. Tanggang mengaku, Tanggang anak ibu! ‘ teriak Si Tanggang.

Akan tetapi, Si Tanggang sudah terlambat. Gelombang yang kuat memecahkan kapalnya. Ketika badai reda, kapal Si Tanggang menjadi batu. Semua kru juga berubah menjadi batu. Si Tanggang dan istrinya turut menjadi batu.

Selamat datang di Masterceme
Hanya 1 user id bisa memainkan 7 jenis permainan.
Minimal Deposit & Withdraw hanya 25.000/50.000
Bonus New Member 20%
Bonus Deposit Harian
Bonus Referal Sebesar 20%
Link : Masterceme{dot}com
WA : +85578968600

 Daftar Sekarang

Monday, 13 April 2020

Legenda Asal Mula Nya Orang Basap

15:27 0 Comments
Masterceme, Legenda - Orang Basap adalah salah satu rumpun suku Dayak di Kalimantan Timur yang tinggal di wilayah Bontang dan Sangkulirang. Menurut cerita, Orang Basap merupakan keturunan orang-orang Cina yang kawin dengan suku Dayak Punan. Meskipun Orang Basap pada umumnya tidak berkulit kuning, tetapi mata mereka tetap sipit seperti orang Cina. Bagaimanaperkawinan campuran antara dua suku yang berbeda ini bisa terjadi? 

Legenda Asal Mula Nya Orang Basap

Dahulu, di Tepian Batu atau Kutai Lama, Kalimantan Timur, berdiri sebuah kerajaan bernama Kerajaan Kutai Kartanegara. Kerajaan itu didirikan oleh Maharaja Aji Batara Agung Dewa Sakti yang memerintah dari tahun 1300-1325 Masehi. Konon, sang Maharaja gemar bermain sabung ayam. Ia mempunyai seekor ayam jantan yang sakti bernama Ujung Perak Kemudi Besi. Ayam itu selalu menang dalam setiap pertarungan. Namanya pun sudah terkenal hingga ke luar negeri karena ayam jago itu telah mengalahkan ayam jago milik raja-raja dari Jawa, Brunei, dan lainnya.

Kabar tentang kesaktian Ujung Perak Kemudi Besi tersebar hingga ke Negeri Cina. Mendengar kabar tersebut, Pangeran Cina pun bermaksud untuk menjajal kesaktian ayam jago milik sang Maharaja itu. Dengan diiringi ratusan awak kapal dan pasukan, pangeran itu bertolak menuju Kutai dengan menggunakan sebuah kapal besar. Sang Pangeran juga membawa 15 ekor ayam jago miliknya yang paling unggul.

MasterCeme Merupakan Agen Judi Poker Domino QQ CEME Capsa Susun Samgong Super10 Omaha Poker Online Indonesia Terbaik  dan Terpercaya

Dalam perjalanan menuju Kutai, rombongan Pangeran Cina mampir mengunjungi beberapa negeri seperti Campa, Brunei, Sumatra, dan Jawa. Di setiap negeri yang disinggahinya, sang Pangeran selalu menyempatkan diri mengadu salah satu ayam jagonya, dan ayam itu selalu menang.

“Ayam jagoku pasti akan mampu mengalahkan ayam jago milik Raja Kutai,” sang Pangeran Cina percaya diri.

Beberapa hari kemudian, rombongan Pangeran Cina akhirnya tiba di Kutai. Sang Pangeran pun langsung menghadap Maharaja Aji Batara Agung Dewa Sakti dan mengutarakan maksud kedatangannya.

“Hamba datang dari negeri Cina. Hamba menghadap ke mari untuk mengadu ayam jago hamba dengan ayam jago milik Baginda yang terkenal sakti itu,” kata Pangeran Cina.

“Wah, Pangeran jauh-jauh dari Cina hanya untuk mengadu ayam?” tanya Maharaja Kutai dengan santai.

“Benar, Baginda. Hamba membawa 15 ayam jago hamba untuk diadu dengan ayam jago Baginda,” jawab sang Pangeran.

Maharaja Kutai Kartanegara terdiam sejenak sambil mengelus-elus jenggotnya. Semula ia ragu karena Pangeran Cina itu membawa 15 ayam jago. Tentu saja ayam jagonya akan kewalahan menghadapi semua ayam jago tersebut. Namun karena yakin dengan kesaktian Ujung Perak Kemudi Besi, ia pun menerima tantangan Pangeran Cina itu.

“Baiklah, Pangeran. Aku terima tantanganmu. Lalu, bagaimana dengan aturan dan taruhannya?” tanya Maharaja Kutai.

“Maaf, Baginda. Ayam jago hamba akan diadu dengan ayam jago Baginda setiap hari. Taruhan setiap ekor ayam hamba adalah 100 bungkal emas sebesar lutut dan sebutir berlian sebesar telur merpati,” jawab Pangeran Cina.

 Daftar Sekarang

“Baiklah, aku setuju dengan tawaran itu. Pertarungan ini akan kita mulai besok,” ujar Maharaja Kutai Kartanegara.

Maharaja Kutai Kartanegara segera memerintahkan para prajuritnya untuk menyiapkan gelanggang sabung ayam di depan istana. Keesokan harinya, banyak rakyat Kutai dan yang datang untuk menyaksikan jalannya pertarungan itu. Para prajurit istana pun tidak mau ketinggalan ingin menonton acara yang bakal berlangsung seru itu. Maharaja Kutai sudah terlihat duduk di singgasananya dengan didampingi oleh permaisuri tercinta. Sementara itu, di sisi lain gelanggang, Pangeran Cina dengan para pengawalnya juga sudah bersiap-siap.

Setelah semua persiapan selesai, gong pun dibunyikan pertanda dimulainya pertandingan. Kedua belah pihak segera melepaskan ayam jago masing-masing ke arena. Kedua ayam jago itu pun berkokok bersahut-sahutan seraya mengambil ancang-ancang untuk saling menyerang. Suasana penonton yang semula riuh rendah tiba-tiba menjadi hening.

Sesaat kemudian, kedua ayam jago itu mulai bertarung. Ayam jago Pangeran Cina mulai menyerang dengan beringas. Namun, dengan gesit, ayam jago Maharaja Kutai berkelit menghindari serangan. Ayam jago Pangeran Cina terus menyerang bertubi-tubi. Ujung Perak Kemudi Besi milik Maharaja Kutai pun selalu bisa menghindar. Lama-kelamaan, ayam jago Pangeran Cina kehabisan tenaga. Kesempatan itu tidak disiakan-siakan oleh ayam jago Maharaja Kutai. Dengan sekali serang, ayam jago Pangeran Cina pun tewas terkena taji. Sorak-sorai penonton pun kembali bergumuruh.

“Hidup Ujung Perak Kemudi Besi! Hidup Maharaja Kutai!” demikian teriakan penonton memberi semangat.

Ayam jago Pangeran Cina yang pertama telah tewas. Pertarungan akan dilanjutkan pada esok harinya di mana Ujung Perak Besi akan menghadapi ayam jago yang kedua milik Pangeran Cina. Pertarungan pada hari kedua itu juga dimenangkan oleh ayam jago Raja Kutai. Demikian seterusnya hingga hari ke-14. Ayam jago milik Pangeran Cina pun tinggal satu yang tersisa. Selain itu, sang Pangeran juga telah kehabisan taruhan. Kini, Maharaja Kutai yang berbalik menantang pangeran dari Cina itu.

“Bagaimana Pangeran, apakah pertarungan ini akan kita lanjutkan?” tanya Maharaja Kutai.

“Iya, Baginda. Hamba akan mempertaruhkan kapal hamba dan seluruh isinya. Tapi, hamba minta Baginda juga mau mempertaruhkan kerajaan Baginda beserta isinya,” pinta Pangeran Cina.

Mendengar permintaan itu, Raja Kutai terhenyak. Rakyat pun ikut tercengang dan cemas. Maharaja Kutai masih diam. Pikirannya diselimuti perasaan bimbang. Baginya, taruhan itu terlalu besar. Tapi, jika tidak menerima tawaran itu, ia akan merasa malu. Di tengah-tengah kebimbangannya, tiba-tiba Ujung Perak Kemudi Besi berkokok dengan suara nyaring sambil mengepak-epakan kedua sayapnya. Hal itu seolah-olah memberi isyarat kepada tuannya agar menerima tawaran itu. Raja Kutai pun memahami keinginan ayam jagoannya.

“Baiklah, Pangeran. Aku terima tawaranmu,” jawab Raja Kutai dengan penuh keyakinan, “Tapi, ingat! Pangeran jangan mengingkari janji. Jika salah satu dari kita mengingkari janji, ia akan mendapat hukuman dari Sang Hyang Dewata.”

Pangeran Cina menyetujui perjanjian itu. Akhirnya, pertarungan itu pun dimulai. Ayam jago kedua belah pihak segera dilepaskan ke arena. Pertarungan kali ini semakin sengit karena ayam jago yang akan dihadapi Ujung Perak Kemudi Besi merupakan ayam paling tangguh milik Pangeran Cina. Seluruh penduduk Kutai pun semakin cemas.

Saat pertarungan dimulai, kedua ayam jago tersebut silih berganti menyerang. Pertarungan itu sudah berlangsung beberapa waktu, namun belum dapat dipastikan jago mana yang akan menang. Kesaktian keduanya masih tampak seimbang. Begitu matahari mulai tenggelam, ayam jago Pangeran Cina sudah kelelahan. Sebaliknya, ayam si Ujung Perak justru semakin tangkas. Sepakannya semakin kuat dan patukannya pun bertambah kuat. Tidak berapa kemudian, ayam jago Pangeran Cina pun tewas. Melihat hal itu, seluruh rakyat Kutai bersorak gembira meryakan kemenangan Ujung Perak Kemudi Besi.

Maharaja Kutai segera memerintahkan para prajuritnya untuk mengambil semua layar dan dayung yang ada di kapal agar Pangeran Cina dan pasukannya tidak melarikan diri. Namun, Maharaja Kutai masih berbelas kasihan

“Khusus malam ini, aku izinkan Pangeran dan seluruh prajurit Pangeran tidur di kapal itu,” ujar Raja Kutai.

“Terima kasih, Baginda,” jawab Pangeran Cina.

Pangeran Cina dan rombongannya pun kembali kapal yang sudah menjadi milik Raja Kutai. Ketika hari sudah larut, lampu-lampu di kapal itu dimatikan. Pangeran Cina dan anak buahnya bukannya beristirahat, melainkan mengadakan rapat secara diam-diam. Rupanya, mereka sedang merencanakan sisat untuk bisa melarikan diri.

“Bagaimana caranya kita melarikan diri, Pangeran? Bukankah layar dan dayung kita sudah dirampas oleh Raja Kutai?” tanya salah seorang prajurit dengan bingung.

Sejenak, Pangeran Cina terdiam. Ia pun kebingunan mencari jalan keluar. Di tengah kebimbangan itu, tiba-tiba juru masak angkat bicara.

“Maaf, Pangeran. Bolehkah hamba usul?” pinta juru masak itu.

“Apakah itu? Cepat katakan!” desak sang Pangeran.

“Bukankah kita masih mempunyai layar yang sudah robek di gudang? Bagaimana kalau layar itu kita jahit saja?” usul juru masak.

Sang Pangeran pun langsung menerima usulan itu. Ia kemudian memerintahkan para prajuritnya untuk menjahit layar itu di sebuah bukit. Ia juga memerintahkan prajuritnya untuk membuat sejumlah dayung di bukit tersebut. Keesokan harinya, mereka pun selesai menjahit bagian layar yang robek. Konon, bukit itu kemudian dinamakan Gunung jahitan Layar. Demikian pula dayung yang mereka buat juga sudah selesai.

MasterCeme Merupakan Agen Judi Poker Domino QQ CEME Capsa Susun Samgong Super10 Omaha Poker Online Indonesia Terbaik  dan Terpercaya

Pada malam harinya, Pangeran Cina pun bertolak meninggalkan pelabuhan Kutai dengan kapal itu. Prajurit Maharaja Kutai yang mengetahui hal itu segera melapor.

“Ampun, Baginda. Pangeran Cina mengkhianati kita. Ia bersama pasukannya membawa dengan kapal,” lapor salah seorang prajurit, “Kita harus segera mengejarnya sebelum mereka pergi jauh.”

“Kalian tidak perlu mengejarnya. Pangeran itu telah mengingkari janjinya. Lihat saja nanti, mereka akan mendapat musibah di tengah laut,” ujar Maharaja Kutai.

Usai berkata demikian, Raja Kutai Kartanegara kemudian berucap sumpah.

“Keringlah laut yang mengelilingi wangkang! Biarlah seumur rombongan Pangeran Cina berada di tempat itu!”

Sementara itu, rombongan Pangeran Cina telah memasuki Teluk Sankulirang. Tanpa diduga, tiba-tiba angin puting beliung datang mendekat ke arah kapal yang mereka tumpangi. Air laut yang ada di sekitarnya pun tersedot ke atas. Pangeran Cina dan prajuritnya pun mulai panik. Mereka segera menurungkan jangkar agar tidak ikut tersedot oleh pusaran angin puting beliung. Hingga saat ini, tempat anak buah Pangeran Cina menurungkan jangkar itu diberi nama Kampung Jangkar.

Angin puting beliung terus menyedot air laut hingga laut menjadi kering. Rombongan Pangeran Cina pun segera turun dari kapal. Selang beberapa saat kemudian, kapal itu tiba-tiba berubah menjadi batu.

Menurut cerita, Pangeran Cina dan prajuritnya tinggal di sekitar tempat itu. Mereka kemudian berbaur dengan penduduk setempat, yakni orang-orang suku Dayak Punan hingga terjadi perkawinan. Keturunan orang-orang Cina dan suku Dayak Punan itu kemudian dikenal sebagai Orang Basap.

Selamat datang di Masterceme
Hanya 1 user id bisa memainkan 7 jenis permainan.
Minimal Deposit & Withdraw hanya 25.000/50.000
Bonus New Member 20%
Bonus Deposit Harian
Bonus Referal Sebesar 20%
Link : Masterceme{dot}com
WA : +85578968600

 Daftar Sekarang

Saturday, 11 April 2020

Kisah Indara Pitaraa dan Siraapare Si Nakal

15:07 0 Comments
Masterceme, Cerita Rakyat - Dahulu, di sebuah kampung di Sulawesi Tenggara, hiduplah sepasang suami istri. Saat itu, sang istri sedang hamil tua. Semakin mendekati masa kelahiran, ia sering mengalami kesakitan seperti ada benda tajam yang menusuk-nusuk perutnya dari dalam. Melihat keadaan tersebut, sang suami pun hanya bisa pasrah dan berdoa semoga istri yang amat dicintainya itu dapat melahirkan dengan selamat.

Kisah Indara Pitaraa dan Siraapare Si Nakal

Akhirnya, sang istri pun melahirkan anak lelaki kembar. Ajaibnya, kedua anak itu lahir bersama dengan sebuah keris pusaka di tangan kanan masing-masing. Pasangan suami istri pun baru menyadari bahwa ternyata kedua keris itulah yang kerap menusuk-nusuk perut sang istri. Mereka kemudian memberi nama kedua anak kembarnya itu Indara Pitaraa dan Siraapare dan merawatnya dengan penuh kasih sayang.

Sepuluh tahun kemudian, Indara Pitaraa dan Siraapare telah tumbuh menjadi remaja. Namun sayangnya, mereka menjadi anak yang nakal. Keris pusaka itu menjadi sumber kenakalan mereka. Mereka kerap menggunakan keris tersebut untuk merusak tanaman. Bahkan, tak jarang keris itu digunakan untuk membunuh hewan ternak penduduk. Perilaku Indara Pitaraa dan Siraapare benar-benar telah meresahkan masyarakat. Kedua orangtua mereka pun pusing memikirkan perilaku si kembar.

MasterCeme Merupakan Agen Judi Poker Domino QQ CEME Capsa Susun Samgong Super10 Omaha Poker Online Indonesia Terbaik  dan Terpercaya

Suatu malam, ketika Indara Pitaraa dan Siraapare sedang terlelap, kedua orangtuanya tampak sedang berbincang mengenai anak mereka.

“Pak, aku sudah tidak tahan lagi melihat perilaku anak-anak kita. Kalau begini terus keadaannya, aku khawatir warga akan membenci kita,” keluh sang istri.

“Benar juga katamu, Bu. Tapi, apa yang harus kita lakukan untuk menghentikan kenakalan mereka?” tanya sang suami bingung.

Sang istri termenung sejenak. Ia tampaknya berpikir keras untuk mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut. Selang beberapa saat kemudian, sang istri lalu berkata kepada suaminya.

“Pak, bagaimana kalau mereka kita suruh saja merantau?” saran sang istri.

“Wah, usul yang bagus, Bu. Aku rasa mereka pasti setuju,” jawab suaminya.

Ketika mereka menyampaikan hal tersebut pada esok harinya, Indara Pitaraa dan Sirapaare pun menyambutnya dengan riang gembira. Mendengar persetujuan kedua anak kembarnya, sang ibu segera menyiapkan bekal berupa 7 buah ketupat, 7 butir telur rebus, 7 ruas tebu sebagai pengganti air minum, dan 2 belah kelapa tua. Sang ibu juga membekali mereka tempurung kelapa sebagai penutup kepala.

“Wahai, anak-anakku. Bawalah semua barang-barang ini untuk bekal kalian selama di perjalanan,” ujar sang ibu.

Sebelum kedua anak yang amat disayanginya itu berangkat, sang Ayah berpesan kepada mereka.

“Dengarlah, anak-anakku. Kalian adalah bersaudara kandung. Untuk itu, Ayah minta kalian harus selalu rukun dan saling membantu jika salah satu di antara kalian mendapat musibah,” ujar sang ayah, “Ingat, kalian juga harus selalu berjalan bersama, jangan sampai berpisah!”

MasterCeme Merupakan Agen Judi Poker Domino QQ CEME Capsa Susun Samgong Super10 Omaha Poker Online Indonesia Terbaik  dan Terpercaya

“Baik, Ayah,” jawab si kembar serentak.

Setelah berpamitan pada orangtua mereka, Indara Pitaraa dan Sirapare pun pergi. Mereka berjalan menyusuri hutan lebat, mendaki gunung, dan menuruni lembah tanpa arah dan tujuan. Mereka terlihat sangat rukun. Ketika istirahat dan makan, mereka selalu bersama-sama.

Suatu hari, Indara Pitaraa dan Siraapare sedang mendaki sebuah gunung. Gunung itu merupakan gunung ketujuh yang akan mereka daki. Setiba di puncak, mereka kemudian berhenti untuk melepaskan lelah. Dengan bekal yang masih tersisa, mereka pun makan bersama. Setelah itu, mereka beristirahat. Ketika mereka sedang terlelap, tiba-tiba datang angin topan yang sangat kencang. Siraapare yang terbangun lebih dulu segera membangunkan kakaknya.

“Kakak, cepat bangun!” serunya, “Ada angin topan datang.”

Indara Pitaraa seketika terbangun.

“Ayo cepat kita ikatkan tali pinggang agar kita berpisah bila diterbangkan angin!” seru Indara Pitaraa .

Indara Pitaraa dan Siraapare pun segera mengikatkan tali pinggang mereka. Namun, angin topan yang amat dahsyat tiba-tiba datang menerpa mereka. Tak ayal, keduanya pun terbang melayang-layang di udara. Semakin lama, mereka semakin jauh naik ke angkasa. Tanpa disadari, tali pinggang mereka terlepas sehingga keduanya pun berpisah.

“Siraapare, adikku..!” teriak Indara Pitaraa , “Jangan dirimu baik-baik!”

“Iya, Kak,” jawab Siraapare yang suaranya tidak terlalu terdengar lagi oleh Indara Pitaraa .

Anak kembar itu akhirnya terjatuh ke bumi di tempat yang berbeda. Indara Pitaraa terjatuh di sebuah negeri yang sedang terancam amukan ular raksasa. Sementara Siraapare terjatuh di negeri yang sedang dilanda perang. Siraapare terpaksa ikut berperang untuk membela negeri tersebut. Bahkan, Dengan keris pusaka sebagai senjata dan tempurung kelapa sebagai perisai, ia berhasil memukul mundur pasukan musuh. Akhirnya, Siraapare dinobatkan menjadi raja di negeri tersebut.

Sementara itu, Indara Pitaraa amat terkejut karena negeri yang ia temui sangat sepi. Tak seorang pun orang terlihat keluar rumah. Ketika memasuki sebuah rumah, ia mendengar suara gemerisik dari balik sebuah gendang besar.

“Sepertinya ada orang di balik gendang itu,” gumamnya.

Indara Pitaraa kemudian melangkah perlahan-lahan mendekati gendang itu. Begitu mendekat, ia langsung menepak (memukul) gendang itu. Orang yang ada di baliknya pun tersentak kaget.’

“Hai, jangan pukul gendang itu!” seru suara itu, “Aku ada di baliknya.”

Alangkah terkejutnya Indara Pitaraa ketika orang yang keluar dari balik gendang itu adalah seorang gadis cantik.

“Hai, siapa kamu?” tanya Indara Pitaraa .

“Maaf, Tuan Muda. Aku putri Raja negeri ini,” jawabnya.

“Oh, ampun Tuan Putri,” ucap Indara Pitaraa seraya memberi hormat, “Maaf, Tuan Putri. Kalau boleh hamba tahu, apa gerangan yang terjadi di negeri ini? Lalu, kenapa Tuan Putri bersembunyi di balik gendang ini?”

“Negeri ini sedang diteror oleh seekor ular raksasa. Ular raksasa meminta kepada warga agar aku dijadikan sebagai persembahan. Jika tidak, dia akan marah dan menyerang negeri ini,” ungkap sang Putri dengan sedih.

“Baiklah, kalau begitu. Tuan Putri tidak perlu takut, hamba akan menghabisi ular raksasa itu,” ujar Indara Pitaraa .

Tak berapa lama kemudian, ular raksasa itu datang. Ia amat marah karena sang Putri yang dijanjikan tidak datang ke tempatnya.

“Karena permintaanku tidak dipenuhi, seluruh penduduk negeri ini akan kubinasakan,” ancam ular raksasa itu.

Mendengar suara ular itu, Indara Pitaraa dengan gagahnya segera keluar. Tangan kanannya menggenggam keris pusaka, sedangkan tangan kirinya memegang perisai tumpurung kelapa.

“Hai, ular biadab! Jika berani, lawan aku!” tantang Indara Pitaraa .

“Ha… Ha… Ha…!” ular itu tertawa terbahak-bahak, “Hai, anak ingusan! Dengan apa kamu berani melawanku?”

“Lihatlah, keris pusaka di tanganku ini!” seru Indara Pitaraa , “Keris ini akan mengoyak-oyak seluruh isi perutmu. Ayo, majulah kalau berani!”

MasterCeme Merupakan Agen Judi Poker Domino QQ CEME Capsa Susun Samgong Super10 Omaha Poker Online Indonesia Terbaik  dan Terpercaya

Merasa diremehkan, ular raksasa itu langsung menyerang Indara Pitaraa dengan kibasan ekornya. Indara yang sebelumnya sudah bersiap-siap, dapat dengan mudah menghindar. Uar itu pun kembali melancarkan serangan bertubi-tubi hingga berhasil memanggut dan menelan tubuh Indara Pitaraa . Sementara itu, Indara Pitaraa yang berada di dalam perut ular itu, tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia menebaskan kerisnya dan mencabik-cabik isi perut ular itu. Ular yang ganas itu akhirnya tewas. Indara Pitaraa pun segera keluar dari dalam perutnya ular itu.

Keberhasilan Indara Pitaraa membunuh ular raksasa yang ganas itu disambut meriah oleh penduduk negeri. Ia pun menikahi putri Raja dan beberapa tahun kemudian ia dinobatkan menjadi raja. Indara Pitaraa memerintah negeri itu dengan arif dan bijaksana.

Suatu ketika, tanpa disangka-sangka, Raja Indara Pitaraa bertemu dengan adiknya Siraapare yang juga telah menjadi raja di negeri lain. Akhirnya, mereka memutuskan untuk kembali ke kampung halaman untuk menemui orangtua mereka. Mereka pulang dengan membawa istri masing-masing dan disertai oleh sejumlah pengawal. Setiba di kampung halaman, mereka pun mengadakan pesta selama tujuh hari tujuh malam dengan mengundang seluruh warga kampung. Pada kesempatan itulah, Indara Pitaraa dan Sirapaare meminta maaf kepada seluruh warga atas kenakalan mereka di masa kecil. Tidak hanya itu, mereka juga mengganti seluruh kerugian, baik hewan ternak maupun tanaman yang dulu pernah mereka rusak.

Selamat datang di Masterceme
Hanya 1 user id bisa memainkan 7 jenis permainan.
Minimal Deposit & Withdraw hanya 25.000/50.000
Bonus New Member 20%
Bonus Deposit Harian
Bonus Referal Sebesar 20%
Link : Masterceme{dot}com
WA : +85578968600

 Daftar Sekarang

Thursday, 9 April 2020

Legenda Sejarah Asal Usul Nama Kota Makasar

16:18 0 Comments
Masterceme, Legenda - Banyak orang salah kaprah menilai arti nama Makassar berasal dari kata ‘kasar’. Padahal, sejarah penamaan Ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan ini, sangat bernuansa islami, yakni ditandai dengan mimpi Raja Tallo ke VI di abad ke 16.

Legenda Sejarah Asal Usul Nama Kota Makasar

Nama Makassar sudah disebutkan dalam pupuh 14/3 kitab Nagarakretagama karya Mpu Prapanca pada abad ke-14, sebagai salah satu daerah taklukkan Majapahit. Walaupun demikian, Raja Gowa ke-9 Tumaparisi Kallonna (1510-1546) diperkirakan adalah tokoh pertama yang benar-benar mengembangkan kota Makassar. Ia memindahkan pusat kerajaan dari pedalaman ke tepi pantai, mendirikan benteng di muara Sungai Jeneberang, serta mengangkat seorang syahbandar untuk mengatur perdagangan.

Pada abad ke-16, Makassar menjadi pusat perdagangan yang dominan di Indonesia Timur, sekaligus menjadi salah satu kota terbesar di Asia Tenggara. Raja-raja Makassar menerapkan kebijakan perdagangan bebas yang ketat, di mana seluruh pengunjung ke Makassar berhak melakukan perniagaan disana dan menolak upaya VOC (Belanda) untuk memperoleh hak monopoli di kota tersebut. Masjid di Makassar (1910-1934).

MasterCeme Merupakan Agen Judi Poker Domino QQ CEME Capsa Susun Samgong Super10 Omaha Poker Online Indonesia Terbaik  dan Terpercaya

Dalam catatan sejarah kerajaan Gowa-Tallo, diceritakan Raja Tallo ke-VI Mangkubumi Kerajaan Gowa, I Mallingkaang Daeng Mannyonri Karaeng Katangka, bermimpi melihat cahaya bersinar dari Tallo ke segala penjuru kerajaan dan negeri sekitarnya. Mimpi itu ia bawa selama tiga hari berturut-turut.

Dalam buku ‘Peristiwa Tahun-tahun Bersejarah Sulawesi Selatan dari Abad ke XIV s/d XIX’ karya Darwa rasyid MS. Tepat di malam Jum’at, 9 Jumadil Awal 1014 H atau 22 September 1605 M, di malam ketiga mimpi raja, sebuah perahu kecil berlabuh di pantai Tallo.

Warga keheranan melihat sesosok pria jubah putih di atas perahu tersebut. Pria itu lalu menambatkan perahunya lalu melakukan gerakan-gerakan yang asing dipandang warga. (Belakangan raja mengetahui itu merupakan gerakan sholat).

Di malam yang gelap gulita, tubuh pria itu memancarkan cahaya menyilau ke segala penjuru arah. Hal itu membuat warga gempar dan menyampaikan ke raja Tallo tentang sosok pria misterius tersebut, saat besok paginya.

Mendengar hal itu, Raja pun bergegas ke bibir panti Tallo. Belum sempat keluar istana, sosok pria itu tiba-tiba muncul di hadapan raja, tepat di depan gerbang. Raja pun sontak kaget dan melihat wajah pria itu sangat teduh, tubuhnya memancarkan kilau cahaya.

Menurut peneliti Balai Litbang Agama Makassar, Syamsurijal Adhan, pria yang masih misterius itu menjabat tangan raja yang masih kaku melihat sosoknya. Usai berjabat tangan, tangan raja Tallo tiba-tiba bertuliskan bahasa Arab yang ia tak tahu artinya.

“Orang tua itu lalu meminta agar tulisan tersebut diperlihatkan pada lelaki yang sebentar lagi akan merapat di pantai,” kata Syamsurijal Adhan, saat ditemui Okezone di kantornya, jalan AP Pettarani, Makassar.

Belum sempat berkata-kata, pria itu menghilang seketika. Raja pun bergegas ke pantai Tallo, mengikuti arahannya. Dan benar, seorang pria baru saja berlabuh di pantai. Raja pun langsung mendatangi tamu barunya, pria itu bernama Datuk Ri Bandang, ulama penyebar Islam asal Koto Tengah, Minangkabau (Saat ini berada di Sumatera Barat)

MasterCeme Merupakan Agen Judi Poker Domino QQ CEME Capsa Susun Samgong Super10 Omaha Poker Online Indonesia Terbaik  dan Terpercaya

Raja Tallo lalu memperlihatkan tulisan Arab yang tertulis di telapak tangannya. Datuk pun menjawab tulisan itu merupakan dua kalimat syahadat. Raja pun menjadi takjub

Kedatangan Datuk memang untuk mengajak raja Tallo agar menerima ajaran Islam. Pertemuan kedua tokoh ini pun menjadi cikal bakal penyebaran agama Islam di Sulawesi Selatan. Raja Tallo menerima ajaran Islam dan berganti nama menjadi Sultan Abdullah Awaluddin Awawul Islam Karaeng Tallo Tumenanga ri Agamana. Agama Islam pun menjadi agama resmi di kerajaan.

“Kisah inilah yang menjadi awal mula nama Makassar. Diambil dari bahasa Makassar ‘Akkasaraki’ atau Menampakkan Diri. Hal itu berdasarkan pengalaman munculnya sosok bercahaya dari pantai,” ujar Syamsurijal.

Pengalaman ‘penampakan’ cahaya putih itulah yang disebut ‘Akkasaraki’. Kisah ini membekas kendati menjadi awal penerimaan Islam di masyarakat kerajaan kala itu. Dari berbagai sumber catatan-catatan pedagang Portugis di abad ke 17, ‘Makassar’ dikenal sebagai pusat kota kerajaan Gowa-Tallo. Meski sempat berganti nama menjadi Ujung Pandang, namun Pemerintah bersepakat mengembalikan nama Makassar, karena punya akar historis yang kuat.

Apa yang dimimpikan raja Tallo pun jadi kenyataan. Usai masuk islam, Kerajaan Gowa Tallo, menjadi salah satu sebab utama penyebaran Islam ke penjuru kota dan kerajaan di Sulawesi. ‘Cahaya’ Islam menyebar cepat hingga saat ini dapat dirasakan, Islam merupakan agama mayoritas di Sulsel.

Sementara Datuk Ri Bandang, bersama dia saudaranya Datuk Ri Tiro dan Datuk Sulaiman tercatat dalam sejarah sebagai ulama yang berpengaruh besar, menyebarkan Islam di Sulawesi Selatan. Hingga akhir hayatnya, Datuk Ri Bandang tak pulang lagi ke Minangkabau. Datuk Ri Bandang wafat di kota Makassar, makamnya terletak di jalan Sinassara, Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

Selamat datang di Masterceme
Hanya 1 user id bisa memainkan 7 jenis permainan.
Minimal Deposit & Withdraw hanya 25.000/50.000
Bonus New Member 20%
Bonus Deposit Harian
Bonus Referal Sebesar 20%
Link : Masterceme{dot}com
WA : +85578968600

 Daftar Sekarang

Tuesday, 7 April 2020

Cerita Rakyat dari Sulawesi Utara Sigarlaki dan Limbat

12:58 0 Comments
Masterceme, Kisah - Pada jaman dahulu di Tondano (Minahasa, Sulawesi Utara) hiduplah seorang pemburu perkasa yang bernama Sigarlaki. Ia sangat terkenal dengan keahliannya menombak. Tidak satupun sasaran yang luput dari tombakannya.

Cerita Rakyat dari Sulawesi Utara Sigarlaki dan Limbat

Sigarlaki mempunyai seorang pelayan yang sangat setia yang bernama Limbat. Hampir semua pekerjaan yang diperintahkan oleh Sigarlaki dikerjakan dengan baik oleh Limbat. Meskipun terkenal sebagai pemburu yang handal, pada suatu hari mereka tidak berhasil memperoleh satu ekor binatahttps://bit.ly/2OEVHehng buruan. Kekesalannya akhirnya memuncak ketika Si Limbat melaporkan pada majikannya bahwa daging persediaan mereka di rumah sudah hilang dicuri orang.

Tanpa pikir panjang, si Sigarlaki langsung menuduh pelayannya itu yang mencuri daging persediaan mereka. Si Limbat menjadi sangat terkejut. Tidak pernah diduga majikannya akan tega menuduh dirinya sebagai pencuri.

Lalu Si Sigarlaki meminta Si Limbat untuk membuktikan bahwa bukan dia yang mencuri. Caranya adalah Sigarlaki akan menancapkan tombaknya ke dalam sebuah kolam. Bersamaan dengan itu Si Limbat disuruhnya menyelam. Bila tombak itu lebih dahulu keluar dari kolam berarti Si Limbat tidak mencuri. Apabila Si Limbat yang keluar dari kolam terlebih dahulu maka terbukti ia yang mencuri.

MasterCeme Merupakan Agen Judi Poker Domino QQ CEME Capsa Susun Samgong Super10 Omaha Poker Online Indonesia Terbaik  dan Terpercaya

Syarat yang aneh itu membuat Si Limbat ketakutan. Tetapi bagaimanapun juga ia berkehendak untuk membuktikan dirinya bersih. Lalu ia pun menyelam bersamaan dengan Sigarlaki menancapkan tombaknya.

Baru saja menancapkan tombaknya, tiba-tiba Sigarlaki melihat ada seekor babi hutan minum di kolam. Dengan segera ia mengangkat tombaknya dan dilemparkannya ke arah babi hutan itu. Tetapi tombakan itu luput. Dengan demikian seharusnya Si Sigarlaki sudah kalah dengan Si Limbat. Tetapi ia meminta agar pembuktian itu diulang lagi.

Dengan berat hati Si Limbat pun akhirnya mengikuti perintah majikannya. Baru saja menancapkan tombaknya di kolam, tiba-tiba kaki Sigarlaki digigit oleh seekor kepiting besar. Iapun menjerit kesakitan dan tidak sengaja mengangkat tombaknya. Dengan demikian akhirnya Si Limbat yang menang. Ia berhasil membuktikan dirinya tidak mencuri. Sedangkan Sigarlaki karena sembarangan menuduh, terkena hukuman digigit kepiting besar.

Selamat datang di Masterceme
Hanya 1 user id bisa memainkan 7 jenis permainan.
Minimal Deposit & Withdraw hanya 25.000/50.000
Bonus New Member 20%
Bonus Deposit Harian
Bonus Referal Sebesar 20%
Link : Masterceme{dot}com
WA : +85578968600

 Daftar Sekarang

Follow Us @soratemplates